Jombang.shterate.or.i -Manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan manusia meliputi segala hal. Fisik dan jasmani manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Akal dan pikiran manusia dibatasi oleh luasnya samudera pengetahuan ilahi. Dan yang lebih penting, usia dan umur manusia dibatasi dalam skala waktu yang diberikan Allah SWT. Menyadari akan semua keterbatasan tersebut, sudah semestinya setiap manusia memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati).

Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) Komisariat Sunan Kalijaga Cabang Jombang – Pusat Madiun mengadakan kegiatan pembinaan spritual kepada siswa/ siswi putih yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Dsn Becek Ds Ngudirejo Kec Diwek Kab Jombang, pada Kamis 8 Mei 2025.
Hadir dalam kesempatan kali ini Kangmas KRT H Chabibbudin Anam, S.Pd, M.Pd, selaku ketua dewan cabang SH Terate Cabang Jombang – Pusat Madiun, Kangmas KRT Achmad Efendi selaku anggota dewan cabang, Mas Eko Hariono sekalu Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT ) Komisariat Sunan Kalijaga Cabang Jombang – Pusat Madiun, jajaran pengurus Komisariat Sunan Kalijaga, dan para pelatih.
Dalam Kangmas KRT Achmad Efendi menyampaikan tentang penekanan akan pentingnya sifat budi pekerti luhur yang harus dimiliki oleh setiap insan SH Terate yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari – hari salah satunya adalah adalah sifat tawadhu. Tawadhu’ adalah elemen penting dalam membina karakter manusia. Dengan tawadhu’, manusia akan terhindar dari sifat sombong. Sementara sifat sombong adalah suatu sifat yang dilarang oleh Allah SWT. Secara umum, ada dua jenis tawadhu’ yang dianjurkan oleh agama, yaitu tawadhu’ kepada Allah dan tawadhu’ kepada sesama manusia.
Tawadhu’ kepada Allah adalah sikap rendah diri kepada Allah atas kesadaran bahwa alam semesta dan seisinya adalah berada dalam genggaman Allah. Apa pun prestasi dan capaian hidup yang diraih tidak lepas dari bantuan dan campur tangan Allah. Karena itu, tidak ada alasan bagi manusia untuk menentang segala ketentuan yang digariskan oleh Allah.
Sedangkan tawadhu’ kepada manusia adalah sifat rendah hati di hadapan sesama manusia atas kesadaran bahwa setiap manusia masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Serendah apa pun kelas sosial seseorang, pastilah ia memiliki kelebihan yang secara khusus diberikan Allah kepadanya. Dengan demikian, tidak pantas seorang manusia merasa lebih hebat daripada manusia lain.
Kesadaran seperti inilah yang dapat menanamkan sifat tawadhu’ dalam diri manusia lebih – lebih kita sebagai insan SH Terate yang mana kita dituntut untuk memiliki sifat keluhuran budi tahu benar dan salah serta bertagwa kepada Tuhan YME. Pungkasnya
- Reporter : Tinush
- Editor : Humas Cabang/ Jk